Identifikasi Senyawa Bioaktif Dalam Singkong Karet Dan Uji Sitotoksin Terhadap Sel Murin Leukimia

  • Kode Data Digital : SKK/07/ROS/16
  • NPM : 062112002
  • Nama : Hilda Rosyanti Achsan
  • Pembimbing 1 : -Ade Heri Mulyati, M.Si
  • Pembimbing 2 : -Diana Widiastuti,M.Sc
  • Abstrak : -IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF DALAM SINGKONG KARET ( Manihot Glaziovii ) DAN UJI SITOTOKSIK TERHADAP SEL MURIN LEUKIMIA P388 Hilda Rosyanti Achsan, Ade Heri Mulyati, Diana Widiastuti Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan Jalan Pakuan PO.BOX 452 Bogor, Jawa Barat Singkong adalah tanaman akar yang merupakan salah satu komoditi pangan yang banyak ditemukan di provinsi Jawa Barat. Secara umum singkong dapat digunakan untuk mengobati demam, sakit kepala, diare, meningkatkan nafsu makan, luka bernanah, luka baru kena panas ( Haryanto 2009). Singkong dapat pula digunakan sebagai bahan baku pangan fungsional, karena mengandung senyawa aktif yang berkhasiat seperti anti hipertensi, anti oksidan, anti alergi, anti depresi, anti kanker dan anti inflamasi. Di masyarakat telah dipercaya bahwa singkong memang obat untuk penyakit kanker, beberapa pasien terbukti sembuh dari kanker payudara dengan menggunakan singkong. Singkong mengandung vitamin B 17 dengan nama ilmiah Linamarin. Akan tetapi penelitian mengenai zat aktif dalam singkong ini masih belum banyak dilakukan.Singkong merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa cyanogen. Senyawa cyanogen pada tanaman singkong berupa senyawa glukosida cyanogen yang terdiri dari linamarin dan lotaustralin. Linamarin merupakan turunan dari valine sedangkan lotaustralin merupakan turunan dari isoleucin (Peifan, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa aktif berpotensi anti kanker dalam singkong karet (manihot glaziovii) Dengan identifikasi senyawa bio aktif dalam singkong karet dan uji sitotoksik terhadap sel murin Leukimia P 388 serta uji fitokimia diharapkan akan membuktikan secara ilmiah bahwa singkong racun merupakan anti kanker Identifikasi Linamarin dilakukan dengan cara ekstraksi dan isolasi umbi singkong karet dengan pelarut Etanol dan n-Heksan kemudian di analisis dengan menggunakan Liquid Chromatography Mass Spectrometer. Sedangkan uji sitotoksik dilakukan dengan IC 50 dengan cara invitro. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa singkong karet mengandung saponin pada uji fitokimia dan mengandung Linamarin dengan waktu retensi 3,74 menit pada LC-MS/MS , kadar HCN 282 ppm dengan karakteristik sitotoksitas yang tidak aktif Kata kunci : Singkong karet, Linamarin, Fitokimia, IC50, LCMS/MS
  • Program Studi : Kimia

Cover

File

  • Download BAB I (Tidak Tersedia)
  • Download BAB II (Tidak Tersedia)
  • Download BAB III (Tidak Tersedia)
  • Download BAB IV
  • Download BAB V
  • Download BAB VI
  • Harap Hubungi Operator Perpustakaan